PPKM Segera Berakhir, Perhatikan Hal Ini Saat Anda Keluar Rumah

PPKM atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di pulau Jawa dan Bali saat ini mulai dikendurkan. Berbagai aktivitas di luar ruangan mulai ramai. Kantor pun sudah banyak yang tidak lagi memberlakukan work from home. Bahkan sebagian sekolah telah mempersiapkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka dalam waktu dekat.

Namun, kendurnya PPKM dan mulai ramainya kegiatan di luar ruangan ini seharusnya tidak membuat waspada kita juga kendur. Ingat, pandemi Covid 19 belum benar-benar hilang di Indonesia. Masih ada resiko untuk terjangkit virus ini.

Karena itu, tidak ada salahnya jika Anda tetap menjaga jarak dan melakukan upaya untuk menjaga kesehatan. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda siapkan jika bepergian atau beraktivitas di luar rumah.

  • Membawa peralatan makan dan minum sendiri

Restoran dan rumah makan telah terbuka untuk dine-in atau makan di tempat. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, tidak ada salahnya jika kita makan di rumah makan atau restoran. Bagi yang sudah masuk kantor, makan siang di tempat makan rasanya telah menjadi salah satu rutinitas.

Tetapi, sebaiknya Anda tetap berhati-hati dengan cara membawa peralatan makan dan minum sendiri dari rumah. Saat bepergian, siapkan alat makan seperti garpu dan sendok, serta tempat minum seperti botol atau tumbler, sehingga Anda tidak perlu memakai peralatan makan yang sediakan untuk umum, yang bisa jadi memiliki kontaminan yang tidak kita inginkan.

  • Menyiapkan sertifikat vaksin

Saat bepergian, kadang kita diharuskan untuk memperlihatkan sertifikat vaksin. Karena itu, selalu siapkan sertifikat vaksin Anda sebelum bepergian. Tidak harus dalam bentuk cetak fisik, Anda juga dapat mengunduh sertifikat vaksin digital dari aplikasi PeduliLindungi.

Dengan membawa sertifikat vaksin baik dalam bentuk fisik maupun dalam bentuk digital dalam ponsel, Anda akan merasa lebih tenang dan lebih bebas untuk menggunakan fasilitas umum.

  • Membawa hand sanitizer

Hal ini tentu sudah Anda lakukan sejak awal masa pandemi. Menurunnya angka Covid 19 saat ini bukan berarti Anda bisa berhenti melakukan kebiasaan ini. Bawalah selalu hand sanitizer saat Anda bepergian ke luar rumah. Pastikan untuk membersihkan tangan Anda setelah menyentuh benda-benda yang dapat memiliki kontaminan.

  • Memakai masker medis

Saat bepergian ke tempat dengan resiko terpapar virus yang tinggi seperti fasilitas umum yang ramai atau fasilitas kesehatan, memakai masker kain saja tidak cukup. Usahakan untuk selalu memakai masker medis, misalnya yang berjenis KN95 atau KF94. Atau Anda juga dapat memakai masker dobel, dengan melapisi masker kain dengan masker medis.

Beraktivitas di tempat umum yang tertutup akan memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan tempat umum yang terbuka. Namun meskipun Anda beraktivitas di luar ruangan, jika aktivitas tersebut dilakukan dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya tetap gunakan masker medis.

  • Membawa cadangan masker

Masker medis lebih rentan daripada masker kain. Tali masker dapat putus dengan mudah. Atau saat tidak sengaja tersiram air, masker menjadi tidak dapat digunakan lagi. Oleh karena itu, saat bepergian selalu bawa masker cadangan untuk berjaga-jaga. Siapkan juga masker cadangan di dalam dasbor mobil atau di dalam jok motor.

5 Fakta Penting tentang Vaksin Moderna yang Perlu Anda Ketahui

Sudahkah Anda melakukan vaksinasi Covid 19? Saat ini pemerintah tengah menggalakkan gerakan vaksinasi massal untuk menekan angka pertumbuhan Covid 19 di Indonesia. Saat ini diberitakan ada 7 jenis vaksin Covid 19 yang beredar. Salah satunya adalah vaksin Moderna.

Gerakan vaksinasi ini tentunya membutuhkan dukungan masyarakat luas. Namun ada saja berita simpang siur yang beredar yang menebar ketakutan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Salah satunya adalah rumor yang menyatakan bahwa vaksin Moderna memiliki efek samping yang berbahaya. Benarkah demikian?

Sebagai masyarakat tentunya kita harus pintar dalam menyaring informasi yang benar. Inilah 5 fakta yang perlu Anda ketahui tentang vaksin Covid Moderna.

  • Tentang vaksin Moderna

Vaksin Moderna dikembangkan dan diproduksi oleh sebuah perusahaan bioteknologi asal AS. Vaksin ini merupakan vaksin Covid dengan mRNA yang memiliki nukleotida yang dimodifikasi, sehingga dapat membantu tubuh untuk membentuk sistem imun terhadap virus Covid 19.

Vaksin Moderna akan stabil jika disimpan pada lemari pendingin, atau pada suhu minus 25 derajat Celcius hingga minus 15 derajat Celcius.

  • Vaksin Moderna awalnya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan

Vaksin Moderna awalnya digunakan sebagai booster vaksin tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan mendapatkan 3 dosis vaksinasi Covid 19 untuk mendapatkan booster imun yang lebih kuat karena pekerjaan yang beresiko tinggi terhadap virus Covid 19.

Kini pemerintah telah mengalokasikan lebih dari 5 juta dosis vaksin Moderna untuk masyarakat luas, tidak hanya untuk tenaga kesehatan saja. Vaksin Moderna untuk masyarakat diberikan dalam 2 dosis, dengan jarak antara vaksinasi pertama dan kedua selama 28 hari.

  • Tidak dapat diberikan untuk usia di bawah 18 tahun

Meskipun vaksin Moderna telah diberikan izin untuk digunakan pada masyakat luas sejak Juni 2021, namun vaksin ini belum dapat diberikan untuk anak-anak. Vaksin Moderna hanya dapat diberikan pada usia 18 tahun ke atas melalui injeksi.

  • Efek samping vaksin Moderna

Masyarakat masih banyak yang takut dengan efek samping vaksin Moderna. Namun sebenarnya vaksin Moderna memiliki efek samping yang tidak jauh berbeda dengan vaksin lainnya. Efek samping vaksin Moderna juga cukup dapat ditolerir, dengan tingkat keparahan 1 hingga 2.

Namun masing-masing orang dapat merasakan efek samping dengan tingkat keparahan yang berbeda, tergantung dari kondisi tubuh dan tingkat kekebalan tubuhnya.

Efek samping yang umum dirasakan setelah menerima dosis pertama dan kedua vaksin Moderna diantaranya adalah nyeri pada area yang mendapat suntikan, nyeri dan kelelahan otot, nyeri sendi, dan pusing.

  • Memiliki efektivitas yang tinggi

Hasil uji klinis vaksin Moderna menunjukkan bahwa efikasi vaksin ini untuk menangkal virus Covid 19 mencapai 94,1% pada usia 18 hingga 65 tahun. Sementara untuk golongan usia di atas 65 tahun efikasi vaksin ini lebih rendah yaitu 86,4%.

Vaksin Moderna juga lebih aman digunakan untuk pasien dengan komorbid, atau penyakit lain yang diderita pasien. Komorbid yang dimaksud adalah penyakit liver, HIV, diabetes, jantung, dan paru-paru kronis.

 

Dengan memperhatikan fakta di atas, vaksin Moderna tetap aman dan efek sampingnya pun masih dapat ditolerir. Efektivitasnya untuk menangkal virus Covid 19 juga cukup tinggi. Bagi pasien yang memiliki komorbid pun masih tetap dapat diberikan vaksinasi dengan vaksin Moderna.

Kenali Resiko Covid 19 pada Wanita Hamil

Angka penderita Covid 19 di Indonesia belum juga menemui titik terang sejak tahun 2020 yang lalu.  Virus Covid 19 dapat ditularkan dengan mudah ke siapa saja, dari berbagai kalangan usia dan kondisi kesehatan. Mulai dari anak-anak hingga manula, bahkan seseorang yang sebelumnya dalam kondisi segar bugar pun masih tetap beresiko terserang Covid 19.

Bagaimana dengan wanita hamil? Apakah resiko wanita hamil terserang virus Covid 19 lebih besar? Apakah virus ini akan ditularkan kepada janin yang dikandung? Simak beberapa hal berikut ini:

Resiko Wanita Hamil untuk Terpapar Covid 19

Penelitian terhadap penderita Covid 19 menunjukkan bahwa angka wanita hamil yang menderita Covid 19 cukup rendah. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya resiko wanita hamil untuk terpapar Covid 19 relatif rendah. Dengan melakukan pola hidup sehat dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, resiko wanita hamil untuk terpapar Covid 19 dapat dihindari.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention) AS juga menunjukkan bahwa wanita hamil yang terkena Covid 19 lebih beresiko untuk mengalami gejala akut dan komplikasi pernafasan. Wanita hamil yang menderita Covid 19 umumnya memerlukan ventilator. Jadi, sangat penting untuk mencegah penularan Covid 19 pada wanita hamil.

Wanita hamil penderita Covid 19 yang memiliki penyakit lain, misalnya diabetes, juga beresiko lebih tinggi untuk mengalami gejala yang akut.

Bayi lahir prematur

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil yang terpapar Covid 19 umumnya melahirkan bayi prematur atau proses kelahiran dilakukan dengan operasi Caesar. Kemudian bayi yang dilahirkan umumnya segera dirawat terpisah dari sang ibu.

Kenali gejala Covid 19 pada ibu hamil

Sebaiknya ibu hamil yang kontak langsung dengan pasien Covid 19 segera melakukan tes meskipun tidak mengalami gejala apa pun. 

Untuk ibu hamil yang mengalami gejala seperti demam, batuk, sesak napas, dan kelelahan, atau telah mengalami gejala lain seperti menggigil, sakit kepala dan tengorokan, serta kehilangan bau dan rasa, sebaiknya segera memeriksakan diri dengan melakukan tes swab.

Jika hasil tes ternyata positif, maka dokter akan memberikan obat untuk mengatasi gejala yang timbul.

Apakah bayi yang dilahirkan akan tertular Covid 19?

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pada wanita hamil yang menderita Covid 19 dan telah melahirkan, virus tidak ditemukan pada cairan ketuban dan saliva bayi yang baru saja lahir. Jadi, Covid 19 tidak ditularkan kepada bayi yang dikandung.

Namun virus Covid 19 dapat menular dengan mudah melalui droplet. Karena itu pada proses kelahiran dan setelahnya harus benar-benar dikondisikan agar bayi tidak terkena droplet dari sang ibu. Penanganan bayi segera dilakukan terpisah, dan untuk sementara bayi tidak mengonsumsi ASI untuk menghindari resiko kontaminasi.

Kenali Bedanya Gejala Covid 19 dengan Flu Biasa

covid atau fluDi saat pandemi ini, saat seseorang menderita gejala flu seperti demam, batuk, dan pilek, apakah berarti terjangkit Covid 19? Banyak juga yang merasakan gejala-gejala Covid 19 namun takut jika berobat akan ‘dicovidkan’. Akhirnya gejala ini dianggap flu biasa dan pasien tetap melakukan aktivitas keseharian seperti biasa. Padahal gejala Covid 19 bisa jadi mirip sekali dengan gejala flu biasa. Inilah beberapa fakta mengenai gejala Covid 19 dan flu biasa, menurut para dokter ahli.

  • Gejala ringan belum tentu bukan Covid

Dengan dalih ‘hanya gejala ringan saja’, ‘hanya batuk pilek biasa’, banyak yang enggan melakukan tes Covid saat sakit. Padahal, menurut dokter, gejala Covid 19 sangat bervariatif. Dan tiap orang dapat merasakan gejala yang berbeda. Ada yang hanya merasakan meriang atau seperti masuk angin, ada yang batuk parah, ada juga yang hingga mengalami kerusakan organ.

Seringkali yang hanya merasakan gejala ringan kurang mengabaikan dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Padahal, orang yang mengalami gejala ringan pun tetap dapat menularkan virus Covid 19. Bisa jadi orang yang tertular malah merasakan gejala yang lebih berat.

Karena itu, di masa pandemi seperti saat ini, saat merasakan gejala flu yang ringan sekali pun, sebaiknya jangan abaikan kemungkinan Covid 19. Lakukan tes untuk memastikan. Lakukan hal ini untuk diri Anda dan orang-orang terdekat Anda, untuk mencegah penularan Covid 19.

  • Gejala Covid biasanya muncul bersamaan dengan orang terdekat

Virus Covid 19 sangat mudah menular. Maka jika Anda merasakan gejala flu bersamaan atau bergantian dengan orang terdekat seperti keluarga atau teman kerja juga merasakan gejala flu, kemungkinan besar itu adalah gejala Covid 19.

  • Sebelumnya kontak dengan orang terjangkit Covid 19

Jika Anda merasakan gejala flu dalam waktu 2 minggu setelah melakukan kontak langsung dengan pasien Covid 19, atau setelah melakukan aktivitas yang beresiko tinggi seperti pergi ke luar kota, beraktivitas dengan mobilitas tinggi, atau mendatangi tempat umum dan kerumumnan, perlu dicurigai Anda telah terjangkit Covid 19. 

  • Tes mandiri atau isoman

Saat ini banyak masyarakat yang enggan berobat ke dokter atau ke rumah sakit saat mengalami gejala yang mirip flu, karena takut dicovidkan. Padahal, jika memang terjangkit Covid 19, penanganan yang tepat dengan segera sangat penting sebelum gejalanya semakin memburuk.

Jika memang Anda hanya mengalami gejala yang ringan dan enggan untuk pergi berobat, lakukan tes swab mandiri. Saat ini banyak alat tes yang dapat dibeli secara bebas. Atau jika Anda tidak dapat melakukan tes mandiri, untuk berjaga-jaga, lakukan isolasi mandiri hingga 2 minggu sampai gejala mereda. Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Lakukan isoman untuk melindungi orang-orang di sekitar Anda dari penularan Covid 19.

5 Kegunaan Lain dari Hand Sanitizer Selain untuk Membersihkan Tangan

Memiliki dan membawa hand sanitizer kemana pun rasanya sudah jadi hal yang wajib di masa pandemi ini. Hand sanitizer bisa menjadi solusi untuk melindungi tubuh kita dari gangguan virus. Membersihkan tangan dengan hand sanitizer telah terbukti dapat mematikan bakteri dan virus yang berbahaya. Memakai hand sanitizer juga lebih praktis karena tidak perlu dibilas dengan air. Jadi dapat dilakukan di mana pun. Kemasan hand sanitizer umumnya praktis dan mudah dibawa. 

Hand sanitizer umumnya terbuat dari campuran alkohol dan air dengan konsentrasi 70%. Kadang juga ditambahkan bahan pelembab agar tidak membuat kulit kering, parfum untuk menutupi aroma alkohol, dan bahan pengental untuk hand sanitizer yang berbentuk gel.

Ternyata kegunaan hand sanitizer tidak hanya untuk mencuci tangan saja, lho. Penasaran hand sanitizer ini sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk apa saja? Ini dia 5 kegunaan lain dari hand sanitizer yang kamu perlu tahu.

 

  • Untuk membersihkan kacamata

Bingung mencari cairan untuk membersihkan kacamata? Pakai saja hand sanitizer cair untuk membersihkan kacamatamu. Dijamin kacamata menjadi lebih kinclong dan juga bebas kuman. Bekas debu, kotoran, dan bekas sidik jari yang menempel pada kacamata pun bisa hilang dengan menggunakan hand sanitizer. Jangan lupa untuk mengeringkan kacamata dengan kain lembut setelah dibersihkan.

 

  • Membersihkan cermin

Kadang kesal kan saat mau bercermin, tapi malah banyak noda bekas semprotan kosmetik dan lainnya. Nah, kamu bisa gunakan hand sanitizer cair untuk membersihkan cermin. Semprotkan hand sanitizer pada noda di cermin, dan lap dengan kain atau tissue. Dijamin cerminmu akan berkilau lagi.

 

  • Mensterilkan kuas wajah

Bagi yang rajin memakai make up setiap hari, pasti tidak lepas dari pemakaian kuas untuk wajah. Biasanya kuas wajah digunakan untuk mengaplikasikan bedak, blush on, shading, dan lainnya. Kuas kecil juga sering digunakan untuk mengaplikasikan eye shadow, alis, atau lipstik.

Penting bagi kita untuk menjaga kuas yang digunakan agar tetap bersih. Pastinya kita tidak ingin kuas yang kita pakai menjadi sumber kotoran dan kuman bagi wajah. Karena itu, sebaiknya cuci dan bersihkan kuas secara teratur. Setela dicuci, semprotkan hand sanitizer cair secara menyeluruh pada kepala kuas, dan biarkan hingga kering, baru dapat digunakan lagi seperti biasa.

 

  • Menghapus spidol permanen dari white board

Pernahkah Anda secara tidak sengaja menulis white board dengan spidol permanen? Tidak usah panik saat ini terjadi. Semprotkan saja hand sanitizer pada white board dan bersihkan dengan penghapus white board untuk menghilangkan tulisan yang ditulis dengan spidol permanen.

 

  • Membersihkan permukaan apapun

Apakah cukup untuk terlindungi dari kuman hanya dengan membersihkan tangan saja? Anda juga dapat menggunakan hand sanitizer untuk membersihkan permukaan lain yang kontak langsung dengan tubuh Anda seperti meja, pegangan pintu, mesin atm, dudukan toilet, dan lainnya.

Inilah Alasan Mengapa Memakai Masker Itu Penting Meskipun Sudah Vaksinasi

Saat ini pemerintah telah mengupayakan vaksinasi Covid 19 yang telah menjangkau penduduk secara luas. Banyak orang yang telah menerima vaksinasi Covid 19. Namun hal ini seharusnya tidak membuat kita lengah dan mengurangi kewaspadaan kita akan penularan virus Covid. Pandemi belum berakhir, dan meskipun kita boleh sedikit lega karena telah menerima vaksinasi, namun bukan berarti kita sudah 100% terlindungi dari virus Corona. Kita tetap harus melakukan protokol kesehatan yang berlaku terutama saat berada di tempat umum. Salah satunya adalah dengan selalu memakai masker. Seorang dokter spesialis penyakit menular menyatakan bahwa orang yang sudah vaksinasi pun harus tetap menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan tetap memakai masker. Mengapa? Inilah alasannya.

 

  • Vaksinasi bukanlah kekebalan instan

Setelah menerima vaksin Covid, bukan berarti tubuh kita menjadi langsung kebal terhadap virus ini. Faktanya, tubuh kita memperoleh kekebalan terhadap Covid secara bertahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tubuh akan memperoleh kekebalan hingga 95% terhadap virus Corona setelah beberapa minggu memperoleh vaksin yang kedua. Sementara jika baru menerima vaksin pertama, kekebalan yang diperoleh hanya sebesar 30% saja. Jadi tetaplah berhati-hati meskipun Anda sudah menerima vaksinasi.

 

  • Resiko terserang virus masih tetap ada

Setelah mengetahui bahwa perlindungan vaksin Covid terhadap virus Corona hanya maksimal 95%, maka meskipun Anda beberapa minggu sebelumnya sudah menerima vaksinasi kedua, masih ada 5% kemungkinan untuk terjangkit virus. Karena itu, jangan ambil resiko, tetap waspada dan taati protokol kesehatan yang berlaku.

 

  • Dapat menjadi OTG yang menyebarkan virus

OTG atau orang tanpa gejala adalah pasien terjangkit Covid 19 yang tidak menunjukkan gejala apapun. Orang yang telah menerima vaksinasi dapat terjangkit virus Corona tanpa mengalami gejala yang berarti. Parahnya, meskipun tidak merasakan apapun, OTG bisa menularkan virus Corona ke orang lain. Dan akibatnya bisa jadi fatal terhadap orang lain. Karena itu, tetaplah manjaga keamanan diri dan orang di sekitar Anda dengan tetap memakai masker.

 

  • Tidak semua orang dapat menerima vaksinasi

Jika Anda sudah menerima vaksinasi Covid 19 hingga dosis kedua, Anda termasuk salah satu satu dari orang-orang yang beruntung. Jumlah penduduk di dunia semakin banyak sementara jumlah vaksin yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan penduduk di dunia. Ada juga golongan orang yang tidak dapat divaksinasi, misalnya orang yang mengalami reaksi alergi setelah vaksinasi pertama, sehingga tidak dapat menerima dosis kedua. Wanita hamil juga dianggap beresiko tinggi untuk melakukan vaksinasi. Intinya, hanya sekelompok orang saja di dunia ini yang telah dan dapat menerima vaksinasi Covid 19. Karena itu, kemungkinan penyebaran virus masih akan tetap ada untuk jangka waktu yang tidak dapat ditentukan.

6 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Tubuh di Masa Pandemi

 

 

Pandemi Covid 19 belum juga usai. Data statistik menunjukkan bahwa per 23 Mei 2021 jumlah kasus baru di Indonesia tercatat mencapai 16.322 kasus. Angka ini merupakan angka kasus baru tertinggi di tahun 2021. Saat semua parameter dan protokol kesehatan diakukan di semua tempat dan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi penyebaran Covid 19 dengan vaksinasi massal, mengapa kini terjadi lonjakan yang cukup signifikan?

Salah satu cara efektif untuk mencegah sekaligus menurunkan angka penyebaran Covid 19 adalah dengan menjaga kesehatan tubuh kita sendiri. Simak 10 cara mudah untuk menjaga kesehatan tubuh yang dapat Anda lakukan.

 

  • Mengonsumsi nutrisi yang seimbang

Langkah awal untuk menjaga kesehatan tubuh Anda adalah dengan mengonsumsi menu makanan yang mengandung nutrisi yang seimbang. Artinya, menu makanan Anda perlu mengandung nutrisi penting yaitu karbohidrat, lemak, protein, serta vitamin dan mineral dalam jumlah yang seimbang. Atur pola makanan Anda, dan perbanyak konsumsi buah dan sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral. Bila perlu, minumlah suplemen multivitamin untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dalam tubuh.

 

  • Menjaga berat badan ideal

Menjaga agar berat badan ideal tidak hanya untuk menjaga penampilan fisik saja. Namun yang lebih penting adalah untuk menjaga kesehatan fungsi organ tubuh. Lemak yang berlebihan di dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti gangguan kolesterol tinggi, hipertensi, hingga stroke. Karena itu jagalah berat badan tubuh ideal dengan mengatur pola makan dan berolahraga secara teratur.

 

  • Mengurangi kebiasaan buruk

Kadang kita memiliki kebiasaan buruk yang lambat laun akan berefek negatif terhadap kesehatan dan kekebalan tubuh. Misalnya kebiasaan merokok, begadang, minum alkohol, dan sebagainya. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan menurunnya sistem pertahanan tubuh. Akibatnya tubuh menjadi lebih mudah untuk terserang penyakit. Karena itu, cobalah untuk mengurangi kebiasaan buruk yang dapat merugikan kesehatan kita.

 

  • Air minum yang cukup

Selain zat gizi, tubuh kita juga memerlukan asupan air minum yang cukup agar organ tubuh dapat melakukan fungsinya secara optimal. Sudahkah Anda mengonsumsi 8 gelas air dalam sehari? Aturlah asupan air minum Anda untuk menjaga kesehatan tubuh. Mengonsumsi air minum yang cukup juga bermanfaat untuk mencegah gangguan ginjal.

 

  • Menjaga hygiene diri

Salah satu hal yang paling penting dalam menjaga kesehatan tubuh adalah menjaga kebersihan tubuh kita sendiri. Tubuh yang bersih akan menurunkan resiko terkontaminasi kuman penyebab penyakit. Jagalah kebersihan atau hygiene tubuh Anda dengan sering mencuci tangan atau memakai hand sanitizer terutama saat berada di luar ruangan. Biasakan untuk mandi dan mengganti pakaian Anda setelah sampai di rumah.

 

  • Mengelola stres

Stres juga dapat menjadi pemicu tubuh menjadi mudah terserang penyakit. Stres dapat disebabkan berbagai macam hal, dan siapapun dapat mengalaminya dengan mudah. Karena itu, cobalah untuk mengelola stres Anda dengan melakukan meditasi dan melakukan kegiatan yang menyenangkan untuk meredakan stres.

 

Kebersamaan dalam Keberagaman Budaya di Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan dengan banyak sekali keberagaman. Tanah air kita tersusun atas ribuan pulau, yang masing-masing memiliki keragaman ras, bahasa, agama, adat istiadat, dan budaya lokal. Namun di atas semua keberagaman yang kita miliki, Indonesia adalah negara kesatuan. Untuk mengenal lebih jauh tentang keberagaman yang dimiliki tanah air kita, mari kita simak beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang keberagaman di Indonesia.

 

  1. Tiap pulau membawa kebudayaan yang berbeda

Ribuan pulau di Indonesia masing-masing memiliki kebudayaan lokal yang unik. Masing-masing daerah juga dapat memiliki bahasa yang berbeda. Bahkan dalam pulau yang cukup besar, misalnya Pulau Jawa, tercatat ada 16 bahasa yang digunakan penduduk Indonesia di pulau ini. Secara total, tercatat ada 250 bahasa daerah yang utama di Indonesia. Ini belum termasuk dialek khusus pada bahasa tertentu. Misalnya pada bahasa Jawa, ada beberapa dialek yang berbeda pada bahasa Jawa yang digunakan di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Bahkan di Provinsi Papua terdapat 271 dialek bahasa daerah.

 

2. Keberagaman ras di Indonesia

 Bangsa Indonesia juga terdiri atas berbagai ras. Keberagaman ras ini harusnya tidak menjadi penyebab perselisihan. Justru keberagaman ras ini adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesa, dan menjadi jati diri negeri ini.

Keragaman ras di Indonesia telah ada sejak zaman nenek moyang. Kepulauan Indonesia pertama kali ditinggali oleh berbagai ras dari beberapa belahan negara. Menurut sejarah, berbagai ras telah menempati wilayah Indonesia sejak 20.000 tahun yang lalu. Ras pertama yang tinggal di Indonesia adalah ras Austrolois, yang kemudian sebagian bermigrasi ke Australia, dan sebagian lagi menempati wilayah Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Setelah itu disusul oleh ras Melanosoid Negroid dan ras Melayu Mongoloid. Pada perkembangan selanjutnya, ras Melanosoid banyak menempati wilayah bagian timur seperti Maluku dan Papua, sementara ras Melayu Mongoloid banyak berkembang wilayah Indonesia bagian barat. Karena itu, sejak zaman nenek moyang bangsa kita telah memiliki berbagai macam ras.

 

3. Keberagaman adat istiadat

Dengan adanya keragaman ras dan suku bangsa, maka sudah pasti bangsa Indonesia memiliki berbagai adat istiadat yang berbeda. Saat ini terdapat sekitar 656 suku bangsa di Indonesia. Masing-masing suku bangsa tentunya memiliki budaya dan adat istiadat yang berbeda.

Dalam hal ini tentu ada beberapa suku saja yang lebih dominan dari yang lainnya. Sementara banyak suku lain yang bahkan tidak banyak orang yang mengenalnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah banyaknya penduduk pada suku bangsa tersebut. Misalnya suku Jawa di Pulau Jawa. Kebudayaan suku Jawa di Indonesia lebih dominan dan lebih dikenal daripada suku lainnya, karena jumlah penduduk di Jawa lebih banyak dibandingkan wilayah lainnya.

 

Itulah beberapa keberagaman di tanah air yang wajib kita ketahui. Meskipun berbeda ras, suku, dan adat istiadat, namun persatuan dan kesatuan bangsa harus selalu diutamakan.

 

Penelitian Terbaru Menunjukkan Vaksin Sinovac Efektif Turunkan Penularan Covid 19

Siapa yang belum vaksinasi Covid 19? Melakukan vaksinasi Covid 19 merupakan upaya pemerintah untuk memberantas pandemi Covid 19 di Indonesia. Saat ini vaksinasi dilakukan di tiap daerah melalui gerai vaksinasi atau pusat layanan kesehatan di masing-masing daerah. Ada dua jenis vaksin Covid 19 yang beredar saat ini, yaitu dari Pfizer dan Sinovac. Kualitas Pfizer sebagai produsen farmasi memang sudah tidak diragukan lagi. Dan sebelumnya terdapat kontroversi mengenai apakah vaksin Sinovac efektif untuk mencegah penularan Covid 19. Sebelumnya juga ada berita bahwa sejumlah orang positif terkonfirmasi Covid 19 meskipun sudah menerima vaksin. Hal ini tentunya dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi Covid 19, sebagian masyarakat menjadi ragu untuk menerima vaksinasi.

Vaksin Sinovac sendiri merupakan jenis vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi Covid 19 yang diselenggarakan pemerintah mulai Januari 2021. Namun, kini tidak perlu ragu lagi. Hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh Balitbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) menunjukkan bahwa vaksinasi dua dosis Sinovac memiliki efektivitas yang tinggi dalam menurunkan resiko penularan Covid 19.

Penelitian yang dilakukan oleh Balitbangkes ini membandingkan kelompok tenaga kesehatan dan telah menerima vaksinasi dengan yang belum divaksinasi. Penelitian yang dilakukan pada selang waktu 13 Januari hingga 18 Maret 2021 mengamati sebanyak 128.290 orang tenaga kesehatan di wilayah DKI Jakarta sebagai partisipan yang diamati.

Hasil penelitian ini cukup spektakuler. Ditemukan bahwa terjadi penurunan penularan Covid 19 yang sangat signifikan pada tenaga kerja yang telah menerima dua dosis vaksinasi, dengan efektivitas mencapai 94%.

Penelitian ini juga menemukan bahwa dua dosis vaksin Sinovac dapat mencegah perawatan karena gejala Covid 19 hingga 96%, dan mencegah kematian karena Covid 19 hingga 98%. Sementara itu, penelitian ini juga menemukan bahwa pemberian dosis pertama Sinovac hanya dapat efektif menurunkan resiko tertular Covid 19 yang bergejala sebanyak 13%. Perbedaan efektivitas antara dosis pertama dan kedua ini sangat signifikan. Karena itu tim peneliti efektivitas vaksin Kemenkes sangat menyarankan masyarakat untuk melengkapi vaksinasi Covid 19 hingga dosis kedua.

Vaksin Sinovac atau Coronavac merupakan vaksin Covid 19 yang berisi virus Covid 19 yang telah dilemahkan. Vaksin ini diproduksi oleh perusahaan bioteknologi asal China, Sinovac Biotechnology. Sebelum diproduksi massal, vaksin ini telah melalui tahap pengujian fase III di 5 negara yaitu Indonesia, Brazil, Filipina, Chile, dan Turki. Vaksin Sinovac telah digunakan dalam program vaksinasi nasional di beberapa negara di dunia, diantaranya di beberapa negara di Asia, Amerika Selatan, Amerika Utara, dan Eropa. Produsen Sinovac memiliki kapasitas untuk memproduksi hingga 2 milyar dosis vaksin tiap tahunnya. Saat ini, tak kurang dari 300 juta dosis vaksin Sinovac telah didistribusikan di berbagai negara.

 

Larangan Mudik 2021: Aturan dan Pengetatan

Momentum Lebaran di Indonesia biasanya identik dengan mudik. Berkumpul dengan keluarga di kampung halaman merupakan momen yang ditunggu-tunggu. Tak heran, bermacam moda transportasi umum selalu penuh dengan penumpang menjelang Idul Fitri. Begitu pula dengan volume kendaraan pribadi yang meningkat ketika arus mudik dan balik.

 

Namun dikarenakan masa pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, mudik tahun ini kembali menjadi suatu hal yang dilarang. Dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah, pemerintah secara resmi telah melarang mudik Lebaran 2021 selama tanggal 6-17 Mei 2021.

 

Adendum yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan Covid-19 pada 21 April 2021 ini mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDB) selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei-24 Mei 2021). Sementara masa peniadaan mudik tetap berlangsung selama periode 6-17 Mei 2021.

 

Nah, simak aturan lengkap larangan atau peniadaan mudik berikut ini.

  • Waktu

Masa peniadaan mudik adalah mulai tanggal 6-17 Mei 2021 dengan ditambah 2 periode pengetatan. Periode pertama yaitu H-14 menjelang masa mudik, yakni mulai tanggal 22 April 2021 sampai 5 Mei 2021. Selanjutnya adalah periode H+7 pasca peniadaan mudik, yang berlaku mulai tanggal 18-24 Mei 2021.

  • Sasaran

Aturan ini berlaku bagi semua masyarakat yang melakukan perjalanan antar kota/kabupaten, provinsi, maupun negara, baik dengan moda transportasi darat, kereta api, laut, maupun udara.

  • Pengecualian

Kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non-mudik, seperti: bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan didampingi maksimal dua orang.

  • Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM)

Pelaku perjalanan orang lintas kota/kabupaten/provinsi/negara selama Ramadhan dan Lebaran 2021 wajib memiliki print out Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM) sebagai syarat melakukan perjalanan dengan ketentuan :

  • Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS, pegawai BUMN/BUMD, prajurit TNI/Polri
    Print out surat izin tertulis dari pejabat setingkat Eselon II yang dilengkapi tanda tangan basah/elektronik pejabat serta identitas diri calon pelaku perjalanan
  • Pegawai swasta
    Print out surat izin tertulis dari pimpinan perusahaan yang dilengkapi tanda tangan basah/elektronik pimpinan perusahaan, serta identitas diri calon pelaku perjalanan
  • Pekerja sektor informal
    Print out surat izin tertulis dari kepala desa/lurah yang dilengkapi tanda tangan basah/elektronik pejabat bersangkutan serta identitas diri calon pelaku perjalanan
  • Masyarakat umum non-pekerja
    Print out surat izin tertulis dari kepala desa/lurah yang dilengkapi tanda tangan basah/elektronik pejabat bersangkutan serta identitas diri calon pelaku perjalanan 


  • Skrining
  • Pengguna transportasi kereta api, transportasi umum lainnya dan transportasi pribadi menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan atau tes GeNose di stasiun C19 atau rest area C19 sebelum keberangkatan
  • Akan dilakukan tes acak bagi pelaku perjalanan menggunakan transportasi umum dan pribadi. 
  • Khusus perjalanan rutin dalam satu wilayah kecamatan/kabupaten/provinsi atau satu wilayah aglomerasi perkotaan tidak diwajibkan menunjukkan surat negatif RT-PCR/rapid test antigen maupun GeNose C19. 
  • Anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak diwajibkan melakukan RT-PCR/rapid test antigen maupun GeNose C19. 
  • Apabila hasil RT-PCR/rapid test antigen maupun GeNose C19 negatif, namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama hasil pemeriksaan belum keluar.
  • Calon pelaku perjalanan laut dihimbau mengisi e-Hac Indonesia. 
  • Wajib melakukan karantina selama 5 x 24 jam di fasilitas pemerintah atau hotel di daerah tujuan dengan biaya mandiri.