Ayu Oktaviani ke Orangtuanya: Mah, Itu Handphone Dikutak-katik Aja Gitu Ya?

Posted by

Lebak –┬áSebelum ditemukan tewas mengambang di Sungai Ciujung, Jumat (24/3/2017) pagi, Ayu Oktaviani (19) mahasiswi semester IV Akademi Kebidanan (Akbid) La Tansa Mashiro Rangkasbitung sempat pulang ke rumahnya, di Kampung Jaura, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Sabtu (18/3/2017) sore.

Sesampainya di rumah, Ayu sempat bercerita bahwa handphone miliknya disita pihak asrama. Pihak Akbid La Tansa Mashiro memang melarang mahasiswinya membawa handphone, baik saat di lingkungan kampus maupun saat berada di asrama.

BACA JUGA: Sebelum Tewas, Mahasiswi Akbid La Tansa Sempat Curhat Tentang Handphone

“Memang ketat di sana enggak boleh bawa handphone. Handphonennya disita waktu apel hari Jumat,” ujar Yuyun.

“Mah, itu handphone dikutak-katik aja gitu ya? Padahal, di handphone itu enggak ada foto apa-apa, paling juga foto sama (pacar),” tutur Yuyun mengulang perkataan Ayu.

BACA JUGA: Polisi Dalami Kasus Kematian Mahasiswi Akbid La Tansa Mashiro

Orangtua Ayu juga sempat menyampaikan bahwa ada ucapan yang menyinggung perasaan anaknya. Menurutnya, ucapan pihak asrama tersebut tak pantas disampaikan.

“Handphonenya kan dirazia, terus ada omongan dari ibu asrama namanya Liana. Ucapan ibu asrama ke anak saya benar-benar enggak pantas diucapain memalukan. Handphone itu kan punya pribadi, kok dibuka-buka,” sesal Amas, ayah Ayu menambahkan.(Nda)