“Ayu Penakut, Pulang dari Kampus Pasti Minta Temenin”

Posted by

Lebak – Sudah sepekan lebih, penyebab kematian Ayu Oktaviani (19) mahasiswi Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro yang mayatnya ditemukan mengapung di Sungai Ciujung, Kabupaten Lebak belum juga diketahui. Polisi mengaku masih menunggu hasil autopsi terhadap jasad Ayu.

Selain tak yakin Ayu tewas karena bunuh diri, orangtua Ayu juga mengungkapkan bahwa ada seseorang yang menemui Ayu di depan ruang ATM depan kampus menempuh pendidikannya sebagai calon bidan. Orang tersebut bertemu Ayu sebelum akhirnya mayatnya ditemukan warga. Sebelum tewas, Ayu memang sempat menghilang dari asrama. Kedua orangtua Ayu pun sempat mencari keberadaan putri pertamanya, namun hasilnya nihil.

Ayu sempat pulang ke rumahnya di Kampung Jaura, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak pada Sabtu 18 Maret 2017. Kemudian keesokan harinya ia berpamitan dengan orangtuanya untuk kembali ke asrama. Namun, beberapa hari kemudian orangtua Ayu mendapat kabar bahwa Ayu tak berada di asrama.

Tak hanya orangtua Ayu yang tak percaya jika putrinya tewas karena bunuh diri. Kekasih Ayu, Indra juga tak yakin jika perempuan yang hampir dua tahun dikenalnya berani melakukan hal itu. Di mata Indra, Ayu merupakan sosok yang penakut dan tak berani keluar jika tak diantar temannya.

“Dia enggak bakal senekat itu. Saya tahu sifatnya, Ayu pemalu penakut. Kalau pulang dari kampus juga enggak berani naik angkot sendirian dan pasti minta temenin,” tutur Indra kepada Banten Hits melalui pesan instagramnya.

Indra mengaku sangat kehilangan Ayu. Ia mengaku, pulang ke Cianjur untuk menenangkan diri.

“Memang kenal belum lama, tapi kehilangan banget,” imbuhnya.

Namun sayang, Indra enggan menjawab saat ditanya kapan terakhir kali berkomunikasi dengan Ayu. Termasuk soal seseorang yang bertemu dengan kekasihnya itu.

“Maaf ya, ini kan juga belum jelas saya enggak mau banyak komentar dulu takut ada yang suuzon,” tutupnya.(Nda)