Dampingi Keluarga, LBH Desak Polres Lebak Ungkap Kematian Mahasiswi La Tansa Mashiro

Posted by

Lebak –┬áKematian Ayu Oktaviani, mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) La Tansa Mashiro Rangkasbitung masih misteri. Sudah hampir sebulan, polisi juga belum bisa mengungkap penyebab pasti kematian Ayu dengan alasan masih menunggu hasil autopsi.

Polisi baru menduga, Ayu meregang nyawa karena tenggelam. Namun, sampai saat ini polisi belum memastikan apakah Ayu sengaja menenggelamkan dirinya sendiri atau ada orang lain yang memang menghendaki Ayu tewas.

Sementara itu, pihak keluarga tak yakin jika Ayu nekat bunuh diri. Apalagi, tersiar kabar Ayu sempat bertemu dengan seseorang sebelum akhirnya jasadnya ditemukan mengapung di Sungai Ciujung, Lebak, pada Jumat (24/3/2017) lalu.

Belum tenang karena penyebab pasti kematian Ayu belum diketahui, pihak keluarga pun mendesak polisi bisa bekerja cepat mengungkap misteri ini. Lagi-lagi, meski sudah memeriksa sejumlah orang, polisi belum mampu menemukan titik terang.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Partisan Siliwangi Indonesia menyatakan siap mengawal hal tersebut. Hal ini setelah pihak keluarga secara resmi meminta LBH Partisan untuk mendampingi agar penyebab kematian Ayu terang benderang.

“Ya, pada Kamis (13/4/2017) keluarga (Ayu) meminta bantuan kami untuk bersama-sama mengungkap misteri kematian Ayu,” kata Ahmad Hakiki Hakim, kepada Banten Hits, Jumat (14/4).

LBH Partisan Siliwangi akan mendampingi keluarga dan mengawal proses penyellidikan yang dilakukan pihak kepolisian. Pihaknya sambung Hakiki juga mendesak agar Polres Lebak bisa cepat mengungkap kematian Ayu.

“Keluarga memberikan kuasa kepada kami agar bisa mengawal kasus ini sampai menemukan kejelasan dan tidak tersendat karena adanya pihak yang memang sengaja membuat kasus ini tak jelas,”

“Secepatnya kita koordinasi dengan pihak kepolisian,” tambahnya.(Nda)