Inilah 6 Masker Rancangan Desainer dan Brand Lokal

Posted by

Di era pandemi covid-19 yang telah berlangsung selama lebih dari 1 tahun, pemerintah Indonesia telah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan 3M dalam kebiasaan new normal yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Kondisi ini rupanya membuka banyak peluang bisnis baru, salah satunya yang cukup menjamur adalah produsen masker. Dari mulai konveksi rumahan sampai brand-brand besar ikut memproduksi masker dengan beragam jenis dan desain. Masker yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari segi bahan atau kain yang digunakan, warna, desain, hingga dalam segi harga. Kini masker telah ikut menjadi kebutuhan fashion. Sehingga tak ketinggalan, designer  serta brand lokal juga ikut memproduksi berbagai jenis masker.

Berikut adalah enam desain masker unik dan cantik dari desainer lokal yang bisa jadi pilihan anda untuk beraktivitas di era new normal ini.

  1. Merah Putih dengan Logo Garuda

Desainer Ferry Sunarto merancang koleksi masker kain dengan mengangkat identitas Indonesia, yaitu kain merah putih yang melambangkan bendera Indonesia, dengan logo Burung Garuda yang tersedia dalam dua pilihan warna yaitu merah dan emas.

  1. Batik

Masih dari desainer Ferry Sunarto, koleksi kedua adalah masker yang menggunakan kain batik dalam berbagai pilihan motif. Kain batik yang digunakan merupakan hasil kerjasama dengan sebuah brand batik Jawa Timur yang berkualitas, Ondomohen Batik, yang telah berdiri sejak tahun 1952.

Selain Ferry Sunarto, desainer kebaya Indonesia Anne Avantie juga merancang masker dengan motif dari kain batik dengan tajuk Masker Art. Tak hanya mengadopsi dari corak kain batik nusantara, masker rancangan Anne Avantie ini juga menambahkan elemen penghias seperti renda dan perpaduan dengan tenun.

  1. Etnik

Desainer Biyan merancang masker dengan sentuhan etnik. Masker ini terinspirasi dari koleksi Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, dan dihiasi sulaman rumit dengan warna-warna berbeda corak yang membuat tampilannya terlihat ‘Indonesia’ dan elegan.

Hasil dari penjualan Masker Biyan ini disumbangkan untuk donasi dalam menangani pandemi Covid-19. Biyan bekerja sama dengan platform penggalangan online untuk menyediakan dan menyumbangkan alat rapid test untuk 550 orang di lima daerah padat penduduk di Jakarta dan 275 masker tipe N95 ke lima fasilitas kesehatan.

  1. Patchwork Cloth Masks

Label sustainable Lekat juga membuat koleksi masker terbarunya. Masker ini dibuat dari kain perca dan diberi nama Patchwork Cloth Masks. Masker ini merupakan produk daur ulang yang dibuat dari kain sisa untuk patchwork yang menjadi ciri khas dari label ini. Lekat mengklaim bahwa semua bagiannya berbeda dan tak akan ada masker yang sama persis dengan yang lain.

5. Kain nusantara

Desainer Edward Hutabarat merancang masker dari beberapa kain nusantara, seperti Lurik, Ulos dan batik Megamendung. Berawal dari keelokan kain Ulos, Edward menciptakan 100 masker berbahan ulos yang bisa dicuci.

Melalui akun Instagramnya, Edward menyatakan bahwa seluruh hasil penjualan masker rancangannya akan digunakan untuk menyediakan 6.000 masker wajah serta 3.000 pembersih tangan untuk penjual di pasar tradisional di Sumatera Utara yakni Pasar Tarutung Siborongborong, Pasar Laguboti, Pasar Balige, Pasar Sidikalang dan Pasar Samosir.

6. Kain katun organik

Melekat Sejiwa menghadirkan koleksi eksklusif masker yang terbuat dari katun organik. Koleksi masker ini muncul dalam berbagai warna menarik dan cerah, termasuk oranye, biru, hijau dengan berbagai pilihan desain dan juga corak, serta diklaim akan mendukung gaya busana yang berkelanjutan.

Ragam pilihan masker di atas dapat menjadi referensi Anda agar tetap fashionable. Apapun pilihan Anda, pastikan Anda tetap menggunakan masker dan mengikuti protokol kesehatan, ya.