Kekecewaan Orangtua Ayu Oktaviani kepada La Tansa Mashiro: Kok Enggak Tanggung Jawab

Posted by

Lebak –┬áSebelum ditemukan tewas mengambang di Sungai Ciujung, Jumat (24/3/2017) pagi. Ayu Oktaviani, mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) La Tansa Mashiro Rangkasbitung sempat hilang dua hari. Ayu hilang setelah ia keluar dari asrama di luar hari yang ditentukan.

Bukan dari pihak asrama, Yuyun, ibunda Ayu mengaku mengetahui putri pertamanya hilang setelah kekasih Ayu menanyakan keberadaan Ayu.

“Mah Ayu ada di rumah enggak?” ucap Yuyun mengulang ucapan kekasih Ayu saat menghubunginya melalui handphone.

“Enggak ada, kan emang belum waktunya pulang,” jawab Yuyun.

Mendapat kabar jika putrinya menghilang, Yuyun bersama suaminya berusaha mencari keberadaan Ayu di rumah teman-temannya. Namun, hasil nihil.

Yuyun kemudian mendatangi pihak asrama untuk meminta bantuan agar pihak kampus mau ikut mencari keberadaan putri pertamanya yang lahir pada 27 Oktober 1997 lalu.

“Saya bilang ke pihak asrama, ini kan Ayu hilangnya dari asrama bukan dari rumah, tolong lah dibantu cari. Saya udah tanya ke teman-temannya tapi gak ada, saya udah pusing dan takut Ayu kenapa-kenapa,” tutur Yuyun.

Namun, apa yang disampaikan pihak asrama membuat Yuyun kecewa. Meski menyadari jika anaknya keluar dari asrama di luar aturan, namun menurutnya, La Tansa seolah tak ikut bertanggung jawab saat Ayu hilang tanpa kabar.

“Itu pihak (La Tansa) kok enggak tanggung jawab amat, kan ayu keluarnya juga dari asrama bukan dari sini (rumah) harusnya kan ada tanggung jawabnya untuk ikut mencari,” sesal Yuyun.

“Waktu saya ke sana, pihak asramanya cuma bilang udah lah doain aja, pasti ada di rumah temannya, sebentar lagi juga telepon dan pulang. Iya, tapi kalau kejadiannya kayak gini gimana? Kan ini yang saya takutin. Jangan segampang itu harusnya,” kata Yuyun Lirih.(Nda)