Pesan Jokowi Saat Kunjungan ke Tangerang

Pesan Jokowi Saat Kunjungan ke Tangerang

Posted by

Presien Joko Widodo(Jokowi) beberapa hari lalu melakukan kunjungan ke Tangerang. Selama di Tangerang, Presiden Jokowi melakukan sejumlah kunjungan. Salah satu kunjungan yang dilakukan adalah ke Pondok Pesantren Daarul Hikmah, Pamulang, Tangsel yang juga dihadiri oleh 1000 ulama Tangsel.

Dikesempatan itu, Presiden Jokowi berpesan tentang tahun 2019 yang merupakan tahun politik yang mungkin akan banyak menimbulkan gesekan antar masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi meminta semua masyarakat untuk hijrah untuk tuduhan yang sering dialamatkan terhadap dirinya yang dianggap melakukan kriminalisasi ulama. Presiden pada kesempatan tersebut mengaskan bahwa tuduhan tersebu tidaklah benar.

Selain membantah, Presiden Jokowi juga mengatakan justru ia merupakan Presiden yang selalu didampingi dan mengunjungi santri di Pondok Pesantren.

Jokowi ajak berhijrah

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga mengajak pihak-pihak yang selama ini membuat gaduh dan menuduhkan hal-hal yang tidak benar untuk hijrah.

Mari kita hijrah dari yang fitnah ke kejujuran. Hijrah dari ujaran kebencian menjadi ujaran kebenaran, hijrah dari kegaduhan menjadi kerukunan. Hijrah dari hal yang pesimis menjadi hal yang optimis. Kita harus memandang ke depan dengan keoptimisan, jangan mudah percaya dengan kebohongan terutama di tahun politik ini,” kata Jokowi dalam pidatonya di Pondok Pesantren Daarul Hikmah, Pamulang tersebut.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, Ketua MUI Tangsel sekaligus pengasuh Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Hikmah KH. Saidih juga menyerukan warga masyarakat daerahnya untuk menjaga kesatuan dan persatuan yang sudah tertanam dalam Pancasila sebagai ideologi Indonesia.

Berbagai isu tentang beberapa pihak yang ingin mengganti sistem ideologi Indonesia memang tengah merebak beberapa waktu belakangan ini. Tuduhan terhadap ormas Hizbut Tahrir Indonesia(HTI) yang menanamkan ideologi khilafah dan ingin mengganti Pancasila menjadikan ormas tersebut dibubarkan oleh pemerintah.

Setelah itu, beberapa waktu lalu juga masyarakat Indonesia dihebohkan dengan pembakaran bendera yang bagi beberapa pihak merupakan bendera HTI. Meski begitu, aksi ini banyak pula yang mengecam lantaran bendera yang dibakar bukanlah bendera HTI melainkan bendera Tauhid.