Sebelum Tewas, Mahasiswi Akbid La Tansa Sempat Curhat Tentang Handphone

Posted by

Lebak –¬†Mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) La Tansa Mashiro tewas mengambang di Sungai Ciujung, Lebak. Meski masih dilakukan autopsi, namun pasangan suami istri Yuyun dan Amas meyakini jika jasad yang ditemukan warga pada Jumat (24/3/2017) pagi adalah mayat putri pertamanya.

Sebelum tewas, Ayu memang sempat pulang ke rumahnya, di Kampung Jaura, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Sabtu (18/3/2017) sore lalu.

“Emang itu waktunya pulang, terus besoknya dia berangkat ke asrama,” kata Yuyun.

BACA JUGA: Polisi Pastikan Mayat di Sungai Ciujung Mahasiswi Akbid La Tansa Mashiro

Kepada Yuyun, Ayu bercerita tentang handphone miliknya yang disita pihak asrama pada Jumat (17/3) pagi. Ayu mengatakan, jika handphone tersebut bisa diambil oleh orangtua.

“Dia bilang ke saya, Mah kalau ada panggilan dari La Tansa, Mamah datang ya ambil handphone dede (Ayu-red) soalnya harus orangtua yang ambilnya,” tutur Yuyun menirukan ucapan Ayu kepadanya.

“Tapi dia bilang lagi kalau mau ambil handphone nanti hari Selasa,” sambung Yuyun.

Di mata Yuyun, putrinya merupakan sosok yang pendiam.

“Dia pendiam enggak banyak neko-neko sih,” ucapnya.(Nda)