Sejarah munculnya istilah hoax

SEJARAH AWAL BERITA BOHONG ATAU HOAX HINGGA KINI TERKENAL

Posted by

SEJARAH AWAL BERITA BOHONG ATAU HOAX

Akhir-akhir ini, pembahasan tentang hoax atau kabar bohong semakin santer tersiar di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Tapi, bagaimana sebetulnya sejarah panjang penyebaran hoax hingga menjadi fenomenal di seluruh dunia? Apakah situs-situs website seperti detik, m88, dan lainnya bisa dipercaya? Simak ceritanya di bawah ini:

Sejarah Awal

Sejarah hoax dapat ditelusuri jauh sebelum tahun 1600-an. Kebanyakan informasi yang beredar pada zaman itu disebarkan tanpa adanya komentar. Para Pembaca bebas menilai keaslian informasi yang ada menurut pemahaman, kepercayaan atau agama, ataupun penemuan ilmiah terbaru pada saat itu.

Kebanyakan berita bohong yang eredar pada era itu terbentuk karena adanya spekulasi. Misalnya, ketika Benjamin Franklin di tanggal 17 Oktober 1745 melalui kantor berita Pennsylvania Gazette mempublikasikan mengenai bebatuan asal China yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati beragam penyakit seperti kanker, rabies, serta penyakit mematikan lainnya.

Cara memverifikasi informasi ini pada saat itu hanya didasari testimoni personal. Kira-kira satu minggu kemudian, muncul klarifikasi di Gazette yang mengklaim jika bebatuan itu hanyalah tanduk rusa yang bahkan tak punya kegunaan medis apapun.

Pada tahun 1726, pengarang yang bernama Jonathan Swift memakai strategi berita bohong demi menerbitkan artikel yang berjudul Travels In to Seve-ral Remote Nations of the World. Jauh sebelumnya yakni pada tahun 1708, dia menggunakan berita bohong yang isinya tentang prediksi astrologi 1 April. Kini aktivitas yang dilakukan Jonathan dikenal dengan April Fools’ Day atau April mop.

Pada tahun 1835, Edgar Allan Poe yang merupakan seorang penulis mempublikasikan hoax terkenal; yakni kisah tentang seorang lelaki yang pergi menuju bulan memakai balon udara dan bermukim di sana sekitar lima tahun lamanya.

Permulaan Abad ke-19

Perkembangan berita bohong malah semakin pesat, terutama pada abad ke-19. Kala itu, komunitas sains semakin meningkat jumlahnya di Amerika Serikat, dan tidak sedikit dari para anggota komunitas itu yang mengeluarkan beragam penemuan hoax yang akhirnya menggemparkan masyarakat.

Salah satu kabar bohong yang kala itu sangat menggemparkan ialah kisah tentang The Great Moon yang dikutip pada tahun 1835 di berita The Sun, asal New York. The Sun mengabarkan kalau seorang peneliti bernama John Herschel menemukan sejenis mahluk bersayap setinggi 4 kaki yang hidup di sisi gelap bulan.

Cerita tentang adanya mahluk bersayap itu lama-kelamaandianggap sebagai kebenaran oleh publik. Terlebih latar belakang John sebagai seorang putra dari William Herschel, penemu planet Uranus. Setelah kabar bohong tersebut terbongkar oleh publik, mereka pun menuntut Benjamin Day, pemilik The Sun.

Diu tahun 1860-an, Barnum berhasil membuat berita bohong yang dianggap berhasil menjawab misteri tentang teori evolusi Charles Darwin yang membahas perubahan primata menjadi manusia. Bahkan, kabar bohong ini dipakai untuk senjata politik ketika masa pemilihan presiden.