Gedung PT LSI Diduga Ilegal Tujuh Tahun Beroperasi, Satpol PP Kab. Tangerang Ngaku Tak Tahu

Posted by

Tangerang – Tiga gedung produksi pengolahan baja PT Lautan Steel Indonesia (LSI) yang sudah beroperasi selama tujuh tahun di Kawasan Balajaya Indonesia, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang, diduga tak berizin alias ilegal.

Dinas Sumber Daya Air Provinsi Banten mengakui pihaknya pernah menerbitkan izin pemanfaatan lahan kepada PT LSI, namun izin tersebut sudah lama habis dan PT LSI diminta mengembalikan kondisi lahan seperti semula.

“(Izin PT LSI) itu sudah lama habis. Kalau tidak salah izin mereka cuma sampai 2010-2011. Dan sejak itu sudah tidak diperpanjang lagi,” kata Eki Rizal, salah seorang staf bagian perizinan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Banten saat dihubungi Banten Hits, Senin (6/3/2017).

BACA JUGA: Dinas Sumber Daya Air Banten Akui PT LSI Sudah Tak Berizin

Direktur Operasional PT LSI Andi Sucipto membantah tiga gedung produksi miliknya tak memiliki izin. Dia bersikukuh izin pemanfaataan lahan dari Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman Provinsi Banten yang masa berlakunya sudah habis merupakan legalitas yang sah untuk PT LSI membangun gedung produksi.

“Kelengkapan izin kami sudah diperiksa kemarin (awal Maret 2017) oleh dinas tata ruang (Kabupaten Tangerang),” terang Andi dalam wawancara dengan Banten Hits di Sport Center Imperial Aryaduta Lippo Karawaci, Kamis (2/3/2017) malam.

Namun, ketika ditanya soal IMB untuk tiga gedung produksi PT LSI yang berada di bagian belakang, Andi tidak tegas mengakui bangunan tersebut memiliki IMB atau tidak. Pria asli Tiongkok dengan Bahasa Indonesia yang masih terbata-bata ini hanya menegaskan pihaknya sudah berupaya menempuh prosuder yang benar untuk pengajuan IMB tersebut.

Belum ada konfirmasi dari Badan Pelayanan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPPMPTSP) Kabupaten Tangerang terkait hal ini. Banten Hits masih mengupayakan konfirmasi.

Terkait keberadaan tiga gedung produksi PT LSI tak berizin yang sudah tujuh tahun beroperasi di Kabupaten Tangerang, Satpol PP Kabupaten Tangerang mengaku belum mengetahuinya. Kepala Seksi Penertiban Satpol PP Kabupaten Tangerang M. Yusuf menyarankan supaya Banten Hits langsung menghubungi kepala satuan.

“Kami belum tahu (tiga gedung produksi PT LSI tak berizin). Mungkin harus ada yang laporan dulu. Coba hubungi langsung pak kasat,” terang M. Yusuf saat dikonfirmasi Banten Hits lewat telepon selulernya, Senin (6/3/2017).

Staf Perizinan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Banten Eki Rizal menegaskan, izin pemanfaatan lahan yang pernah diterbitkan instansinya bukanlah izin untuk mendirikan bangunan. Bahkan, kata Eki, salah satu klausul dalam izin pemanfaatan lahan yang diterbitkan untuk PT LSI disebutkan, PT LSI tak boleh merubah kondisi lahan, seperti melakukan pengurukan.

Tiga gedung ini berada di bagian belakang PT LSI dan berdampingan langsung dengan permukiman warga Kampung Nambo, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Satu-satunya akses warga menuju ke danau itu berupa tembok beton yang dibuka selebar dua meteran. Selain akses itu sekeliling lokasi terkurung tembok beton.

Raseli (78), warga Kampung Nambo, RT 07/01, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang mengatakan, sebelum berdiri gedung-gedung produksi baja milik PT LSI, lokasi tersebut merupakan sawah milik almarhum Arti, orangtuanya.

“Dulu saya yang garap sawahnya. Lalu tahun 80-an sawahnya dijual karena kebanjiran terus,” terang Raseli saat ditemui Banten Hits di rumahnya, Jumat (3/3/2017).(Rus)