Category Archives: kesehatan

8 Jenis Rempah Kaya Manfaat

Masakan Indonesia terkenal kaya akan cita rasa. Hal ini lantaran penggunaan rempah yang beraneka ragam sebagai bumbu dalam bermacam masakan nusantara. Selain dapat menambah cita rasa pada makanan, rempah-rempah juga ternyata memiliki kandungan senyawa yang baik bagi kesehatan tubuh. Penggunaan rempah pada masakan sangat berperan dalam menghasilkan makanan yang tak hanya lezat, tapi juga bergizi seimbang.

Karena manfaatnya yang banyak, rempah-rempah kerap digunakan dalam berbagai jenis makanan dan minuman di Indonesia. Nah, berikut adalah daftar rempah-rempah beserta manfaatnya bagi tubuh manusia.

  1. Kunyit
    Kunyit berfungsi sebagai pewarna kuning alami. Kunyit kerap digunakan sebagai salah satu bahan untuk membuat jamu, karena memiliki khasiat antioksidan, anti radang, anti bakteri, anti jamur, dan antivirus.
    Kandungan senyawa kimia curcumin yang terkandung dalam kunyit bermanfaat untuk meredakan inflamasi, seperti bengkak dan nyeri. Penelitian juga telah menunjukkan bahwa kunyit dapat menyembuhkan pilek, mengurangi kolesterol, serta memelihara fungsi hati dan otak.
  2. Kayu manis
    Karena aromanya yang khas, kayu manis banyak digunakan untuk bumbu masakan, kue, hingga minuman hangat. Aroma wangi kayu manis dapat menghilangkan bau badan, serta memberikan efek menenangkan dan meredakan rasa lelah.
    Kayu manis juga mengandung antioksidan dan zat lain yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah. Kayu manis juga memiliki sifat anti bakteri, anti radang, dan antiseptik.
  3. Pala
    Buah pala biasanya diolah menjadi manisan. Sementara bijinya digunakan sebagai bumbu masakan. Khasiat biji pala bagi kesehatan antara lain dapat membantu meredakan masuk angin, sakit perut, serta gangguan pencernaan. Selain itu, senyawa yang terkandung dalam biji pala dapat merangsang saraf di dalam otak sehingga membantu memperbaiki kemampuan konsentrasi dan daya ingat.
  4. Jahe
    Tak hanya digunakan sebagai bumbu dapur, jahe juga dapat dibuat minuman herbal yang berfungsi untuk menghangatkan tubuh. Wedang jahe dikenal mampu mencegah rasa mual. Bahkan jahe masuk dalam buku pengobatan herbal di negara Barat sebagai ramuan alami untuk mencegah morning sickness.
    Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa jahe memiliki khasiat anti radang dan antioksidan yang kuat.
  5. Cengkeh
    Cengkeh memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai desinfektan, analgesik, dan anestetik untuk gigi berlubang. Rempah yang satu ini memiliki sifat antioksidan, antiseptik, dan anti inflamasi. Cengkeh berkhasiat untuk membantu menghentikan diare serta meredakan sakit perut dan rasa mual.
    Cengkeh yang dicampur dengan air lemon memiliki manfaat untuk meregenerasi tubuh saat kelelahan dan membantu meningkatkan kesehatan tubuh.
  6. Kapulaga
    Kapulaga biasa ditambahkan ke dalam olahan makanan seperti kue, sup, roti, dan lain-lain. Kapulaga mengandung banyak mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Konsumsi kapulaga secara rutin dapat membantu menurunkan tekanan darah. Manfaat lain dari kapulaga yaitu mencegah dan mengatasi penyakit infeksi, mengurangi peradangan, serta mengurangi kolesterol dalam darah.
  7. Kencur
    Kencur sering digunakan dalam racikan jamu, biasanya dicampur dengan beras yang ditumbuk halus sehingga dinamakan jamu beras kencur. Jamu beras kencur memiliki fungsi sebagai penambah nafsu makan sehingga sering dikonsumsi oleh anak-anak. Selain itu, kencur juga bermanfaat untuk mengobati peradangan pada pencernaan, memberikan sensai ketenangan dalam tubuh, hingga meredakan demam dan sakit perut. 
  8. Jinten
    Jinten biasanya digunakan untuk menambah rasa dan aroma pada makanan berkuah seperti kari dan gulai. Manfaat jinten antara lain untuk memperlancar ASI. Jinten juga sangat berkhasiat untuk mengatasi gangguan pencernaan. Jika dikonsumsi secara rutin, jinten juga dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.

 

Tren Makanan Sehat yang Naik Daun di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia sekitar dua tahun terakhir ini telah memunculkan perubahan pada berbagai aspek kehidupan. Sebut saja aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dan tentunya kesehatan. Pola hidup baru pun mulai bermunculan seiring diberlakukannya protokol kesehatan ketat demi mengurangi penyebaran virus Covid-19. Aturan untuk selalu memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak, serta rajin mencuci tangan, pada awalnya terasa aneh dan merepotkan. Namun seiring berjalannya waktu, hal tersebut menjadi kebiasaan baru yang membawa dampak positif bagi kesehatan manusia.

Tak bisa dipungkiri, pandemi telah mengakibatkan begitu banyak dampak negatif. Kecepatan penularan virus yang begitu tinggi telah menjangkiti ratusan juta orang di seluruh dunia, serta banyak mengakibatkan kematian.

Namun ada hikmah yang dapat diambil dari pandemi ini. Salah satunya adalah semakin meningkatnya kepedulian manusia akan kesehatan diri dan lingkungannya, termasuk tentang makanan dan minuman yang dikonsumsi. Banyak pakar kesehatan yang menyarankan berbagai menu sehat penuh nutrisi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga dapat mengurangi resiko penularan virus Covid-19.

Selama tahun 2020 dan 2021, makanan sehat mulai menjadi tren. Bahkan bisnis makanan sehat pun menjadi suatu bisnis yang menjanjikan di saat pandemi. Nah lalu apa sajakah jenis makanan sehat yang sangat diminati di kala pandemi? Berikut daftarnya.

Microgreen

Microgreen merupakan tunas dari berbagai tanaman sayur yang dapat dipanen pada usia 7-14 hari setelah disemai, yaitu setelah tingginya mencapai 5-10 cm. Beberapa jenis sayuran yang populer digunakan sebagai benih untuk microgreen yaitu kembang kol, selada, brokoli, bit, bayam, kubis, lobak, labu, dan selada air. Microgreen mudah ditanam karena tidak membutuhkan banyak ruang, sehingga banyak orang yang mencoba menanamnya sendiri di rumah. Biasanya microgreen dijadikan sebagai campuran pada masakan, atau diblender menjadi jus dan smoothies.

Microgreen mengandung nutrisi yang terkadang lebih besar daripada sayuran biasa. Microgreen disebut-sebut dapat menurunkan resiko penyakit jantung, Alzheimer, diabetes, serta jenis kanker tertentu. Namun masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengukur manfaat microgreen pada manusia secara lebih rinci.

 

Makanan Fermentasi (Postbiotik)

Postbiotik diperlukan untuk menjaga kesehatan usus sehingga dapat membantu kinerja tubuh dalam proses ekskresi agar dapat berjalan optimal setiap hari. Makanan postbiotik juga mengandung anti inflamasi dan antioksidan yang dapat membantu sistem kekebalan. Contoh makanan yang mengandung postbiotik adalah asinan dan kimchi (kubis yang diiris dan difermentasi).

 

Kelp

Kelp adalah rumput laut berwarna coklat dan berukuran besar. Kelp biasanya digunakan dalam masakan Jepang, Korea, dan China secara tradisional selama ribuan tahun, seperti disajikan dalam sup, sushi, kimbap, atau dalam bentuk kering seperti keripik. Kelp memiliki kandungan nutrisi mineral dan vitamin yang sangat baik. Kelp dapat tumbuh dengan baik tanpa memerlukan air yang banyak, serta dapat dipanen kapan saja.

 

Whole Grain

Whole grain merupakan bahan makanan berbentuk biji-bijian yang tidak melalui proses pengolahan atau penggilingan. Contohnya adalah gandum, oat, beras merah, beras coklat, dan jagung. Produk whole grain saat ini sudah banyak dijual dalam bentuk kemasan. Makanan whole grain mengandung lebih banyak serat sehingga dapat membantu pencernaan yang sehat. Karenanya, produk ini cocok untuk mengatur berat badan serta mengurangi resiko obesitas dan diabetes. Selain itu, makanan whole grain juga kaya antioksidan.

 

Chia Seeds

Chia seeds adalah biji-bijian kecil dari salah satu jenis tanaman mint, Salvia hispanica. Makanan ini sudah lebih dulu populer dan disebut-sebut sebagai superfood. Chia seeds tinggi protein serta merupakan sumber omega-3, serat, antioksidan, zat besi, dan kalsium.

Dampak Perubahan Iklim Bagi Indonesia

Fenomena perubahan iklim dewasa ini telah terjadi di belahan dunia bahkan di Indonesia. Jika pada beberapa dasawarsa sebelumnya pergantian musim masih bisa diprediksi dengan menghitung bulan pada setiap tahunnya, tidak demikian halnya dengan kondisi saat ini yang sudah berubah total. Terjadinya perubahan iklim itu ditandai dengan beberapa fenomena alam seperti melelehnya gletser-gletser gunung es di kutub bumi, cuaca yang ekstrim, curah hujan yang tinggi, suhu yang semakin panas serta musim kemarau berkepanjangan. Bermacam fenomena yang terjadi tersebut bisa berdampak sangat luas bagi kehidupan masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia.

 

Isu perubahan iklim tersebut semakin meningkatkan ancaman terhadap sektor penting dalam kehidupan manusia. Sebut saja sektor pertanian, perikanan, perindustrian, bahkan sektor perekonomian Indonesia. Hal ini juga telah disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam forum ESG (Environmental, Social, and Governance). Sri Mulyani menyatakan bahwa ancaman perubahan iklim tersebut bisa berdampak serius terhadap perekonomian nasional.

 

Apa sajakah dampak yang dirasakan masyarakat Indonesia dari perubahan iklim tersebut? Berikut daftarnya.

 

  1. Melonjaknya harga bahan makanan

Seiring dengan cuaca yang tidak menentu akibat perubahan iklim, sektor pertanian dan perkebunan di Indonesia merupakan dua sektor yang paling merasakan imbasnya secara langsung. Gagal panen akibat banjir ataupun kekeringan akibat perubahan cuaca yang tidak menentu bisa merusak kualitas dan kuantitas hasil panen. Sebagai imbasnya, harga makanan pun bisa melonjak naik sebanyak 5 hingga 80 persen. Hal ini menjadi persoalan serius bagi ekonomi indonesia, mengingat sektor pertanian dan perkebunan merupakan sektor penopang ekonomi Indonesia.

  1. Tenggelamnya pusat bisnis

Terjadinya fenomena pencairan gunung es di kutub bumi mengakibatkan kenaikan permukaan air laut sebesar 20 sampai 37 persen setiap tahunnya. Berbagai wilayah di Indonesia sendiri sudah sejak lama rentan terhadap banjir rob. Banjir rob bahkan sudah menenggelamkan beberapa wilayah di pesisir Pulau Jawa, terutama di pesisir wilayah DKI Jakarta yang merupakan pusat bisnis Indonesia. Ancaman tenggelamnya Jakarta sebenarnya memang sudah diprediksi sejak beberapa puluh tahun yang lalu. Jika ancaman ini tidak segera diatasi, pada 2050 nanti Jakarta diprediksi akan sepenuhnya tenggelam.

2. Kelangkaan air bersih dan kekeringan

Siklus musim yang tidak menentu sebagai dampak dari perubahan iklim ini berpotensi menimbulkan ancaman serius bagi alam dan kehidupan manusia. Cuaca ekstrem, peningkatan suhu cuaca, kekeringan serta kelangkaan air bersih menjadi dampak dari kemarau yang berkepanjangan.

3. Bencana alam

Perubahan iklim juga bisa menimbulkan perubahan siklus alam dan menimbulkan bencana, seperti yang sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Terjadinya banjir bandang akibat curah hujan tinggi, banjir rob akibat naiknya permukaan air laut, badaiangin topan, serta terjadinya kebakaran hutan akibat suhu cuaca yang panas semakin menambah emisi gas karbon ke udara dan merusak lapisan ozon.

4. Punahnya Flora dan Fauna

Selain manusia, hewan dan tumbuhan juga mengalami dampak dari perubahan iklim. Mencairnya es di kutub menyebabkan terancamnya habitat hewan kutub, seperti pinguin dan beruang kutub yang hanya bisa hidup di daerah sangat dingin. Perubahan iklim juga dapat menyebabkan kebakaran hutan sehingga mengganggu ekosistem hutan. Sebagai dampaknya, flora dan fauna harus beradaptasi dengan kondisi yang ada, serta memiliki resiko kepunahan jika adaptasi tersebut gagal dilakukan. 

 

Isu perubahan iklim ini sangatlah penting karena dampaknya dirasakan oleh seluruh dunia. Untuk itu, perlu dilakukan edukasi dan komunikasi terkait hal tersebut kepada seluruh lapisan masyarakat. Komitmen dan kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam mengatasi perubahan iklim. Salah satu cara pengaplikasiannya adalah melalui cara berkonsumsi, gaya hidup, serta cara penyampaian pandangan dan preferensi.

Amerika Serikat Izinkan Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Usia 5 Sampai 11 Tahun

Angka penderita Covid-19 baik di Indonesia maupun di negara-negara lainnya masih terus meningkat. Masing-masing negara melakukan upaya dan kebijakan untuk menurunkan angka Covid-19, salah satunya dengan cara vaksinasi.

Di Indonesia sendiri, vaksinasi dilakukan secara bertahap. Setelah menargetkan golongan prioritas seperti manula dan tenaga kesehatan, vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas. Dari yang sebelumnya vaksinasi hanya dapat dilakukan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas, kini di Indonesia telah digalakkan vaksinasi Covid-19 untuk golong remaja berusia 12 – 17 tahun. Namun, program vaksinasi Covid-19 untuk anak berusia di bawah 12 tahun saat ini belum ada di Indonesia.

Baru-baru ini badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat, FDA (Food and Drug Administration), telah mengizinkan pemakaian vaksin Corona Pfizer dan Biontech untuk anak usia 5 hingga 11 tahun. Namun saat ini pihak AS baru dalam tahap persiapan untuk pelaksanaan vaksinasi Covid untuk anak-anak. Vaksinasi direncanakan untuk mulai dilaksanakan pekan depan, dan ini akan menjadi vaksinasi Covid pertama di AS untuk golongan anak usia 5 – 11 tahun.

Anak usia 5 – 11 tahun kini lebih beresiko terpapar Covid-19

Persetujuan FDA ini menyusul hal voting panel ahli di AS yang hasil keputusannya mutlak mendukung vaksinasi Covid untuk anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun, mengingat saat ini anak-anak mulai sekolah tatap muka.

Anak-anak memang sebelumnya belum difokuskan untuk vaksinasi, mengingat resiko terpapar Covid-19 cukup kecil. Namun dengan diberlakukannya tatap muka sekolah, resiko tersebut dapat menjadi semakin besar, dan vaksinasi Covid pada anak-anak perlu segera dilakukan. Apalagi saat ini muncul virus Covid varian delta yang lebih mudah dan cepat penularannya.

Dengan melakukan vaksinasi Covid untuk golongan usia anak-anak ini, diharapkan resiko terpapar Covid semakin kecil meskipun anak-anak telah beraktivitas di luar rumah.

Vaksin Covid Pfizer untuk anak usia 5 – 11 tahun teruji efektif dan aman

Vaksin Covid Pfizer untuk anak-anak telah lolos uji klinis dengan hasil efikasi terhadap anak usia 5 – 11 tahun sebesar 90,7%. Vaksin ini juga telah teruji aman untuk anak-anak, dan menggunakan dosis yang lebih kecil, yaitu 10 mikrogram. Sementara vaksin Pfizer yang beredar untuk dewasa saat ini memiliki dosis 30 mikrogram. 

Produsen vaksin lainnya yaitu Moderna juga baru saja menyelesaikan uji klinis vaksin Covid untuk anak usia 6 hingga 11 tahun, dan masih menunggu untuk perizinan berikutnya sebelum diedarkan.

Selain siap edarkan vaksin untuk usia 5 hingga 11 tahun, Pfizer juga tengah mempersiapkan vaksin Covid untuk golongan usia yang lebih muda, yaitu anak usia 2 hingga 4 tahun. Vaksin Covid untuk balita ini rencananya akan dirilis Pfizer akhir tahun ini.

Negara yang telah melakukan vaksinasi Covid untuk anak usia 5 – 11 tahun

Tidak hanya Amerika Serikat saja yang mendukung vaksinasi Covid untuk golongan anak usia 5 – 11 tahun. Negara lainnya seperti Cina, Kuba, dan Uni Emirat Arab juga telah melakukan vaksinasi Covid untuk anak usia 5 – 11 tahun. WHO sendiri menganjurkan negara-negara lainnya untuk mempertimbangkan program vaksinasi untuk anak-anak.

Mengikuti jejak AS yang telah mengizinkan vaksinasi Covid untuk anak-anak, negara tetangga Malaysia juga kini tengah melakukan pengadaan vaksin Covid Pfizer untuk anak usia 5 hingga 11 tahun. Pemerintah Malaysia menyatakan bahwa hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan anak-anak yang telah masuk sekolah.

Tips Sehat: Raih Berat Badan Ideal dengan Jalan Kaki 30 Menit Sehari

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Salah satunya adalah dengan jalan kaki 30 menit sehari. Jalan kaki adalah cara yang paling mudah dan dapat dilakukan siapa saja.

Penelitian menunjukkan bahwa berjalan kaki setidaknya 30 menit sehari dan dilakukan setiap hari setidaknya 5 hari dalam sehari dapat membakar kalori, sehingga dapat membantu menurunkan berat badan. Karena itu, tak salah jika Anda memilih olahraga berjalan kaki dengan teratur untuk menjaga atau mencapai berat badan ideal yang diinginkan.

Namun untuk mencapai target berat badan yang diinginkan, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal. Misalnya, berapa waktu dan jarak tempuh jalan kaki Anda, atau apakah Anda berjalan kaki secara teratur setiap hari. Pola makan dan gaya hidup juga tentu akan mempengaruhi hasilnya.

Yuk mulai gaya hidup sehat dengan berjalan kaki, dan jangan lupa perhatikan beberapa tipsnya berikut ini:

Perhatikan waktu dan jarak tempuh

Apakah Anda memiliki target berapa kilogram berat badan yang ingin diturunkan? Maka Anda perlu juga menargetkan berapa kalori yang perlu dibakar setiap harinya. Karena itu, Anda perlu mengetahui berapa kalori yang dapat dibakar dengan berjalan kaki.

Menurut penelitian, berjalan kaki selama 30 menit dapat membakar kalori sebanyak 100 kalori. Sementara jarak tempuh yang dicapai saat berjalan kaki 30 menit adalah sekitar 2,4 sampai 3,2 km.

Waktu dan jarak tempuh ini perlu Anda perhatikan. Anda perlu meluangkan waktu setidaknya 30 menit setiap hari untuk berjalan kaki. Jika karena suatu hal Anda tidak dapat mencapai waktu yang ditargetkan, gantilah dengan aktivitas lain yang dapat dilakukan dengan mudah di rumah, misalnya skipping atau latihan lainnya.

Memakai fitness tracker

Saat ini banyak merek wearable device atau smartwatch yang dapat Anda pilih untuk melacak aktivitas jalan kaki Anda. Alat pelacak kebugaran atau fitness tracker ini akan melacak dan menyimpan data berapa langkah Anda saat jalan kaki, kalori yang terbakar, dan jarak yang sudah ditempuh.

Dengan memakai fitness tracker ini, Anda akan lebih bersemangat dan dapat melihat progress Anda dalam kebugaran. Pilihlah fitness tracker yang nyaman digunakan, karena umumnya gelang kebugaran ini untuk dipakai setiap hari, termasuk saat tidur.

Gelang kebugaran juga dapat menyimpan data berat badan Anda, sehingga Anda dapat dengan mudah melihat perkembangan berat badan Anda dari waktu ke waktu.

Lakukan secara bertahap

Jika Anda belum terbiasa dengan aktivitas fisik, lakukan jalan kaki 30 menit ini secara bertahap. Misalnya di hari pertama Anda berjalan kaki 15 menit, lalu durasi ini ditingkatkan secara bertahap dari hari ke hari.

Saat sudah mencapai 30 menit setiap harinya, pertahankan durasi ini atau tingkatkan durasinya jika Anda ingin membakar lebih banyak kalori.

Gabungkan dengan olahraga lain

Saat Anda telah terbiasa dengan olahraga ringan berjalan kaki, cobalah untuk menggabungkannya dengan aktivitas fisik lainnya, seperti lari atau jalan cepat. Misalnya dari durasi 30 menit ini dapat Anda kombinasikan dengan lari 5 menit saja, dan 25 menit jalan kaki.

Menggabungkan jalan kaki dengan aktivitas lainnya akan membuat kalori yang terbakar lebih banyak. Anda juga dapat menggabungkan jalan kaki dengan aktivitas fisik yang dapat dilakukan dengan mudah di rumah, misalnya plank, crunch, squat, dan lainnya.

4 Cara Membedakan Masker Medis Asli dengan Yang Palsu

Kini masker medis sudah menjadi barang yang dibutuhkan sehari-hari. Seiring dengan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, memakai masker kain saja tidak cukup. Pemerintah menganjurkan masyarakat untuk memakai masker medis, atau memakai masker dobel, masker kain dan medis.

Karena itu kebutuhan masyarakat untuk membeli masker medis tentu saja naik drastis. Hal ini banyak dimanfaatkan oleh produsen masker yang ingin menembus pasar dengan memberikan harga yang jauh lebih murah. Namun, karena harga yang sangat murah ini, imbasnya kualitas masker yang dihasilkan tidak memenuhi standar medis. Inilah yang disebut sebagai masker medis palsu.

Masker medis palsu biasanya memiliki bentuk yang sangat mirip dengan masker medis. Namun harganya jauh lebih murah. Karena itu banyak masyarakat yang tergoda untuk memakai masker murah ini, meskipun sebenarnya masker jenis ini tidak memenuhi standar medis. Apa bedanya masker medis yang asli dan palsu? Inilah 5 cara untuk membedakannya.

Cek izin edarnya

Masker medis yang asli biasanya memiliki nomor izin edar yang tercetak pada box atau kemasannya. Tentunya jika sudah memiliki izin edar, artinya produk masker ini telah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan.

Namun hati-hati, nomor izin edar pun banyak yang dipalsukan. Untuk memastikan apakah izin edar yang tertera benar-benar asli, Anda bisa mengeceknya di https://infoalkes.kemkes.go.id/ untuk memverifikasi nomor izin edar yang tertera pada kemasan masker.

Amati teksturnya

Masker medis biasanya memiliki tekstur yang lebih rapi dan halus. Masker medis yang asli memiliki 3 lapisan yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Lapisan paling luar bersifat hidrofobik yang artinya anti air, untuk mencegah masuknya cairan dari luar. Sementara lapisan tengah berfungsi untuk menyaring partikel halus, kuman, dan bakteri.

Dan lapisan paling dalam yang bersentuhan dengan wajah kita berfungsi untuk menyaring cairan atau ludah halus yang keluar dari mulut. Cobalah amati apakah masker benar-benar memiliki 3 lapisan ini dengan memperhatikan teksturnya.

Membasahi masker dengan air

Cara lain untuk mengecek masker medis adalah dengan meneteskan air pada sisi masker bagian dalam. Lapisan masker medis yang asli di sisi dalam yang bersentuhan dengan wajah bersifat hidrofilik yang artinya dapat menyerap air.

Jadi saat kita bersin, lapisan dalam masker akan menyerap cairan yang keluar dari bersin kita. Untuk mengecek apakah masker medis asli atau palsu, cobalah meneteskan air pada bagian dalam masker.

Jika masker tersebut asli, maka air akan dapat diserap oleh masker. Sementara masker yang berkualitas rendah atau palsu, lapisan dalamnya tidak dapat menyerap air. Pada saat pemakaian, hal ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman saat kita berkeringat atau bersin saat sedang memakai masker.

Amati kemasannya

Masker medis yang tidak asli biasanya memiliki kemasan yang lebih buram. Juru bicara satuan tugas Covid-19 mengatakan bahwa sebaiknya kita tidak menerima masker yang kemasannya rusak, apalagi masker yang tidak memiliki kemasan yang baik. Disebutkan juga bahwa masker medis yang tidak asli talinya lebih mudah putus.

Agar benar-benar dapat terlindungi dengan baik, sebaiknya kita lebih teliti saat membeli masker medis, jangan tergiur hanya karena harga yang murah. Ingat, yang dianjurkan untuk melindungi kita dari virus adalah memakai masker medis yang asli, atau memakai masker dobel medis dan kain. Sementara itu jika memakai masker medis KN95 yang asli, tidak perlu memakai dobel dengan masker lainnya.

 

PPKM Segera Berakhir, Perhatikan Hal Ini Saat Anda Keluar Rumah

PPKM atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di pulau Jawa dan Bali saat ini mulai dikendurkan. Berbagai aktivitas di luar ruangan mulai ramai. Kantor pun sudah banyak yang tidak lagi memberlakukan work from home. Bahkan sebagian sekolah telah mempersiapkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka dalam waktu dekat.

Namun, kendurnya PPKM dan mulai ramainya kegiatan di luar ruangan ini seharusnya tidak membuat waspada kita juga kendur. Ingat, pandemi Covid 19 belum benar-benar hilang di Indonesia. Masih ada resiko untuk terjangkit virus ini.

Karena itu, tidak ada salahnya jika Anda tetap menjaga jarak dan melakukan upaya untuk menjaga kesehatan. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda siapkan jika bepergian atau beraktivitas di luar rumah.

  • Membawa peralatan makan dan minum sendiri

Restoran dan rumah makan telah terbuka untuk dine-in atau makan di tempat. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, tidak ada salahnya jika kita makan di rumah makan atau restoran. Bagi yang sudah masuk kantor, makan siang di tempat makan rasanya telah menjadi salah satu rutinitas.

Tetapi, sebaiknya Anda tetap berhati-hati dengan cara membawa peralatan makan dan minum sendiri dari rumah. Saat bepergian, siapkan alat makan seperti garpu dan sendok, serta tempat minum seperti botol atau tumbler, sehingga Anda tidak perlu memakai peralatan makan yang sediakan untuk umum, yang bisa jadi memiliki kontaminan yang tidak kita inginkan.

  • Menyiapkan sertifikat vaksin

Saat bepergian, kadang kita diharuskan untuk memperlihatkan sertifikat vaksin. Karena itu, selalu siapkan sertifikat vaksin Anda sebelum bepergian. Tidak harus dalam bentuk cetak fisik, Anda juga dapat mengunduh sertifikat vaksin digital dari aplikasi PeduliLindungi.

Dengan membawa sertifikat vaksin baik dalam bentuk fisik maupun dalam bentuk digital dalam ponsel, Anda akan merasa lebih tenang dan lebih bebas untuk menggunakan fasilitas umum.

  • Membawa hand sanitizer

Hal ini tentu sudah Anda lakukan sejak awal masa pandemi. Menurunnya angka Covid 19 saat ini bukan berarti Anda bisa berhenti melakukan kebiasaan ini. Bawalah selalu hand sanitizer saat Anda bepergian ke luar rumah. Pastikan untuk membersihkan tangan Anda setelah menyentuh benda-benda yang dapat memiliki kontaminan.

  • Memakai masker medis

Saat bepergian ke tempat dengan resiko terpapar virus yang tinggi seperti fasilitas umum yang ramai atau fasilitas kesehatan, memakai masker kain saja tidak cukup. Usahakan untuk selalu memakai masker medis, misalnya yang berjenis KN95 atau KF94. Atau Anda juga dapat memakai masker dobel, dengan melapisi masker kain dengan masker medis.

Beraktivitas di tempat umum yang tertutup akan memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan tempat umum yang terbuka. Namun meskipun Anda beraktivitas di luar ruangan, jika aktivitas tersebut dilakukan dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya tetap gunakan masker medis.

  • Membawa cadangan masker

Masker medis lebih rentan daripada masker kain. Tali masker dapat putus dengan mudah. Atau saat tidak sengaja tersiram air, masker menjadi tidak dapat digunakan lagi. Oleh karena itu, saat bepergian selalu bawa masker cadangan untuk berjaga-jaga. Siapkan juga masker cadangan di dalam dasbor mobil atau di dalam jok motor.

5 Fakta Penting tentang Vaksin Moderna yang Perlu Anda Ketahui

Sudahkah Anda melakukan vaksinasi Covid 19? Saat ini pemerintah tengah menggalakkan gerakan vaksinasi massal untuk menekan angka pertumbuhan Covid 19 di Indonesia. Saat ini diberitakan ada 7 jenis vaksin Covid 19 yang beredar. Salah satunya adalah vaksin Moderna.

Gerakan vaksinasi ini tentunya membutuhkan dukungan masyarakat luas. Namun ada saja berita simpang siur yang beredar yang menebar ketakutan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Salah satunya adalah rumor yang menyatakan bahwa vaksin Moderna memiliki efek samping yang berbahaya. Benarkah demikian?

Sebagai masyarakat tentunya kita harus pintar dalam menyaring informasi yang benar. Inilah 5 fakta yang perlu Anda ketahui tentang vaksin Covid Moderna.

  • Tentang vaksin Moderna

Vaksin Moderna dikembangkan dan diproduksi oleh sebuah perusahaan bioteknologi asal AS. Vaksin ini merupakan vaksin Covid dengan mRNA yang memiliki nukleotida yang dimodifikasi, sehingga dapat membantu tubuh untuk membentuk sistem imun terhadap virus Covid 19.

Vaksin Moderna akan stabil jika disimpan pada lemari pendingin, atau pada suhu minus 25 derajat Celcius hingga minus 15 derajat Celcius.

  • Vaksin Moderna awalnya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan

Vaksin Moderna awalnya digunakan sebagai booster vaksin tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan mendapatkan 3 dosis vaksinasi Covid 19 untuk mendapatkan booster imun yang lebih kuat karena pekerjaan yang beresiko tinggi terhadap virus Covid 19.

Kini pemerintah telah mengalokasikan lebih dari 5 juta dosis vaksin Moderna untuk masyarakat luas, tidak hanya untuk tenaga kesehatan saja. Vaksin Moderna untuk masyarakat diberikan dalam 2 dosis, dengan jarak antara vaksinasi pertama dan kedua selama 28 hari.

  • Tidak dapat diberikan untuk usia di bawah 18 tahun

Meskipun vaksin Moderna telah diberikan izin untuk digunakan pada masyakat luas sejak Juni 2021, namun vaksin ini belum dapat diberikan untuk anak-anak. Vaksin Moderna hanya dapat diberikan pada usia 18 tahun ke atas melalui injeksi.

  • Efek samping vaksin Moderna

Masyarakat masih banyak yang takut dengan efek samping vaksin Moderna. Namun sebenarnya vaksin Moderna memiliki efek samping yang tidak jauh berbeda dengan vaksin lainnya. Efek samping vaksin Moderna juga cukup dapat ditolerir, dengan tingkat keparahan 1 hingga 2.

Namun masing-masing orang dapat merasakan efek samping dengan tingkat keparahan yang berbeda, tergantung dari kondisi tubuh dan tingkat kekebalan tubuhnya.

Efek samping yang umum dirasakan setelah menerima dosis pertama dan kedua vaksin Moderna diantaranya adalah nyeri pada area yang mendapat suntikan, nyeri dan kelelahan otot, nyeri sendi, dan pusing.

  • Memiliki efektivitas yang tinggi

Hasil uji klinis vaksin Moderna menunjukkan bahwa efikasi vaksin ini untuk menangkal virus Covid 19 mencapai 94,1% pada usia 18 hingga 65 tahun. Sementara untuk golongan usia di atas 65 tahun efikasi vaksin ini lebih rendah yaitu 86,4%.

Vaksin Moderna juga lebih aman digunakan untuk pasien dengan komorbid, atau penyakit lain yang diderita pasien. Komorbid yang dimaksud adalah penyakit liver, HIV, diabetes, jantung, dan paru-paru kronis.

 

Dengan memperhatikan fakta di atas, vaksin Moderna tetap aman dan efek sampingnya pun masih dapat ditolerir. Efektivitasnya untuk menangkal virus Covid 19 juga cukup tinggi. Bagi pasien yang memiliki komorbid pun masih tetap dapat diberikan vaksinasi dengan vaksin Moderna.

Kenali Resiko Covid 19 pada Wanita Hamil

Angka penderita Covid 19 di Indonesia belum juga menemui titik terang sejak tahun 2020 yang lalu.  Virus Covid 19 dapat ditularkan dengan mudah ke siapa saja, dari berbagai kalangan usia dan kondisi kesehatan. Mulai dari anak-anak hingga manula, bahkan seseorang yang sebelumnya dalam kondisi segar bugar pun masih tetap beresiko terserang Covid 19.

Bagaimana dengan wanita hamil? Apakah resiko wanita hamil terserang virus Covid 19 lebih besar? Apakah virus ini akan ditularkan kepada janin yang dikandung? Simak beberapa hal berikut ini:

Resiko Wanita Hamil untuk Terpapar Covid 19

Penelitian terhadap penderita Covid 19 menunjukkan bahwa angka wanita hamil yang menderita Covid 19 cukup rendah. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya resiko wanita hamil untuk terpapar Covid 19 relatif rendah. Dengan melakukan pola hidup sehat dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, resiko wanita hamil untuk terpapar Covid 19 dapat dihindari.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention) AS juga menunjukkan bahwa wanita hamil yang terkena Covid 19 lebih beresiko untuk mengalami gejala akut dan komplikasi pernafasan. Wanita hamil yang menderita Covid 19 umumnya memerlukan ventilator. Jadi, sangat penting untuk mencegah penularan Covid 19 pada wanita hamil.

Wanita hamil penderita Covid 19 yang memiliki penyakit lain, misalnya diabetes, juga beresiko lebih tinggi untuk mengalami gejala yang akut.

Bayi lahir prematur

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil yang terpapar Covid 19 umumnya melahirkan bayi prematur atau proses kelahiran dilakukan dengan operasi Caesar. Kemudian bayi yang dilahirkan umumnya segera dirawat terpisah dari sang ibu.

Kenali gejala Covid 19 pada ibu hamil

Sebaiknya ibu hamil yang kontak langsung dengan pasien Covid 19 segera melakukan tes meskipun tidak mengalami gejala apa pun. 

Untuk ibu hamil yang mengalami gejala seperti demam, batuk, sesak napas, dan kelelahan, atau telah mengalami gejala lain seperti menggigil, sakit kepala dan tengorokan, serta kehilangan bau dan rasa, sebaiknya segera memeriksakan diri dengan melakukan tes swab.

Jika hasil tes ternyata positif, maka dokter akan memberikan obat untuk mengatasi gejala yang timbul.

Apakah bayi yang dilahirkan akan tertular Covid 19?

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pada wanita hamil yang menderita Covid 19 dan telah melahirkan, virus tidak ditemukan pada cairan ketuban dan saliva bayi yang baru saja lahir. Jadi, Covid 19 tidak ditularkan kepada bayi yang dikandung.

Namun virus Covid 19 dapat menular dengan mudah melalui droplet. Karena itu pada proses kelahiran dan setelahnya harus benar-benar dikondisikan agar bayi tidak terkena droplet dari sang ibu. Penanganan bayi segera dilakukan terpisah, dan untuk sementara bayi tidak mengonsumsi ASI untuk menghindari resiko kontaminasi.

Kenali Bedanya Gejala Covid 19 dengan Flu Biasa

covid atau fluDi saat pandemi ini, saat seseorang menderita gejala flu seperti demam, batuk, dan pilek, apakah berarti terjangkit Covid 19? Banyak juga yang merasakan gejala-gejala Covid 19 namun takut jika berobat akan ‘dicovidkan’. Akhirnya gejala ini dianggap flu biasa dan pasien tetap melakukan aktivitas keseharian seperti biasa. Padahal gejala Covid 19 bisa jadi mirip sekali dengan gejala flu biasa. Inilah beberapa fakta mengenai gejala Covid 19 dan flu biasa, menurut para dokter ahli.

  • Gejala ringan belum tentu bukan Covid

Dengan dalih ‘hanya gejala ringan saja’, ‘hanya batuk pilek biasa’, banyak yang enggan melakukan tes Covid saat sakit. Padahal, menurut dokter, gejala Covid 19 sangat bervariatif. Dan tiap orang dapat merasakan gejala yang berbeda. Ada yang hanya merasakan meriang atau seperti masuk angin, ada yang batuk parah, ada juga yang hingga mengalami kerusakan organ.

Seringkali yang hanya merasakan gejala ringan kurang mengabaikan dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Padahal, orang yang mengalami gejala ringan pun tetap dapat menularkan virus Covid 19. Bisa jadi orang yang tertular malah merasakan gejala yang lebih berat.

Karena itu, di masa pandemi seperti saat ini, saat merasakan gejala flu yang ringan sekali pun, sebaiknya jangan abaikan kemungkinan Covid 19. Lakukan tes untuk memastikan. Lakukan hal ini untuk diri Anda dan orang-orang terdekat Anda, untuk mencegah penularan Covid 19.

  • Gejala Covid biasanya muncul bersamaan dengan orang terdekat

Virus Covid 19 sangat mudah menular. Maka jika Anda merasakan gejala flu bersamaan atau bergantian dengan orang terdekat seperti keluarga atau teman kerja juga merasakan gejala flu, kemungkinan besar itu adalah gejala Covid 19.

  • Sebelumnya kontak dengan orang terjangkit Covid 19

Jika Anda merasakan gejala flu dalam waktu 2 minggu setelah melakukan kontak langsung dengan pasien Covid 19, atau setelah melakukan aktivitas yang beresiko tinggi seperti pergi ke luar kota, beraktivitas dengan mobilitas tinggi, atau mendatangi tempat umum dan kerumumnan, perlu dicurigai Anda telah terjangkit Covid 19. 

  • Tes mandiri atau isoman

Saat ini banyak masyarakat yang enggan berobat ke dokter atau ke rumah sakit saat mengalami gejala yang mirip flu, karena takut dicovidkan. Padahal, jika memang terjangkit Covid 19, penanganan yang tepat dengan segera sangat penting sebelum gejalanya semakin memburuk.

Jika memang Anda hanya mengalami gejala yang ringan dan enggan untuk pergi berobat, lakukan tes swab mandiri. Saat ini banyak alat tes yang dapat dibeli secara bebas. Atau jika Anda tidak dapat melakukan tes mandiri, untuk berjaga-jaga, lakukan isolasi mandiri hingga 2 minggu sampai gejala mereda. Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Lakukan isoman untuk melindungi orang-orang di sekitar Anda dari penularan Covid 19.